Langsung ke konten utama

Masih Solat Lu?

Pertanyaan masih solat, lu? pernah meluncur kepada saya ketika bertemu dengan teman semasa di kampus dulu, entah apa yang melatarbelakanginya, mungkin karena dia menduga saya ikutan pemahaman yang berbeda dengan dirinya.

Dengan mudah saya jawab, ya masih solat. Lagi pula selama ini saya solat ataupun tidak bukan karena dia dan urusan dia, solat itu murni urusan saya pribadi dengan Allah. Ingin sekali saya menjelaskan dengan detail mengenai pertanyaan aneh dan tidak sopan ini, tetapi dia tidak butuh itu, dia hanya ingin mengkonfirmasi dugaan yang selama ini mengkhawatirkan dirinya.

Kalau saja saya ingin iseng, bisa saja saya tanyakan sebuah pertanyaan yang tidak sopan, kabarnya kamu sudah bercerai? sakit hati enggak? sengaja tidak saya tanyakan karena saya masih punya adab sopan santun dan menghormati sekali perasaan orang lain.

Jenis pertanyaan serupa dengan menanyakan masih solat atau tidak ini sama dengan pertanyaan, kenapa belum nikah? kapan punya anak? kapan punya rumah, mobil, iphone? 

Sebenarnya pertanyaan ini tidak perlu ditanyakan, disimpan dan lebih baik menyambut hati baik teman kita dengan mendengarkan semua ceritanya. Akan tetapi tidak semua orang bisa sebaik hati kita, orang lain bebas mempertanyakan hal yang tidak sopan menurut kita dan bisa jadi memang orang tersebut mempertanyakan hal yang biasa saja.

Karena orang lain bebas mempertanyakan apapun, kita bisa membalasnya dengan cara yang bebas dan tidak usah ragu untuk menyinggung perasaannya. Membiasakan diri untuk membalas hal yang serupa kepada orang yang jahat kepada kita, terkadang diperlukan jika kita merasa harus membalasnya.

Hati baik kita tetap bisa dijaga, namun jika sudah berlebihan, kita harus punya ketegasan sikap dan melawan dengan cara yang terbaik. Sebab jika kita diam dan memakluminya terus, orang lain akan terus menerus meremehkan dan merendahkan diri kita.

Kita tidak bisa diam dan melawan adalah cara satu-satunya untuk membungkam keburukan orang lain dan dia tahu bahwa kita punya kemampuan membalas semua perlakuan buruknya.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...