Langsung ke konten utama

Self Love, Seni Mencintai Diri yang Tidak Mencintainya

Seringkali kita mendengar istilah self love atau love yourself dan berkaitan healing, overthinking, anixiety, insomnia dan seterusnya. Kita berhadapan dengan kesehatan mental yang sebenarnya sumber utamanya berasal dari diri kita sendiri, kita yang membuatnya dan kita sendiri yang kerepotan.


Bagaimana bisa mencintai diri sendiri yang disaat bersamaan kita tidak tahu caranya, tidak kenal diri itu apa, makna mencintai itu seperti apa dan bagaimana. Kita akan berputar-putar di tempat seperti orang kebingungan mengenai diri kita sendiri.

Biasanya orang yang merasa butuh self love terjadi ketika dirinya sakit hati oleh orang lain yang tidak membalas cintanya, orang yang terlalu sibuk peduli dengan orang lain, orang yang lupa bahwa dirinya pun perlu dicintai dan disayangi.

Untuk bisa sampai kepada self love kita harus bisa membongkar segala hal dalam pikiran kita, artinya kita harus berani melepaskan keterikatan terhadap seseorang, menyempatkan waktu untuk berkotemplasi atau merenung sejenak, juga fokus membahagiakan diri sendiri dengan berbagai macam aktivitas yang bermanfaat untuk diri sendiri.

Terkadang self love ini cenderung egois, tidak peduli dengan orang lain dan memfokuskan segalanya untuk diri sendiri. Tetapi itu semua yang dibutuhkan oleh diri sendiri ketika kita kehilangan cinta di dalam diri.

Kita harus menyapa diri kita dengan menanyakan apa kabar dan memastikan kita bisa menjaga serta menyayangi diri kita sendiri. Banyak cara yang bisa kita tempuh agar kedekatan kita dengan diri sendiri lebih mesra.

Self love tidak bisa kita capai dengan jalan-jalan, minum kopi sendirian, selfie di tempat yang indah, dan segala macam cara itu semua hanya bentuk pelarian dari kebosanan atas diri sendiri, yang sama sekali tidak menyelesaikan cinta yang dibutuhkan oleh diri kita sendiri.

Self love seni mencintai diri yang tidak mencintainya adalah perjalanan ke dalam diri dan melatih diri untuk bisa peduli, sayang dan perhatian dengan diri sendiri.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...