Langsung ke konten utama

Kesadaran dan Kesabaran

Sadar dan sabar ini perbedaannya ada di huruf d dan b. Saya curiga keduanya ada kesamaan dan saya menduganya kesamaannya terletak pada proses kejadian kesadaran dan kesabaran yang menggunakan waktu sebagai penentunya.

Kesadaran ini dibentuk dari proses merenung dan berfikir kritis sedangkan kesabaran dibentuk oleh proses menerima total. Nah, untuk bisa sampai kepada proses merenung dan menerima total ini dibutuhkan waktu yang setiap orang berbeda. 

Waktu sebagai faktor penentu akan menentukan apakah kesadaran dan kesabaran ini bisa diterapkan dan memberikan manfaat kepada diri sendiri. Dampak dari kesadaran adalah terbukanya sudut pandang yang semakin meluas, sedangkan dampak dari kesabaran adalah kita mudah untuk menerima apapun yang terjadi di kehidupan.

Kesadaran dan kesabaran ini tidak mudah dicapai karena banyak orang yang mendahulukan reaksi emosionalnya yang malah membuat rumit kehidupan. Jika semua orang mudah mencapai kesadaran dan kesabaran, akan mudah bagi mereka menyelesaikan masalah hidup dengan sikap mental yang sudah siap dan bersedia menghadapi tantangan juga masalah hidup.

Melatih kesadaran dimulai dari kebiasaan kita mengkritisi segala fenomena kehidupan yang kita alami. Dengan berfikir kritis kita akan melihat kembali segala bentuk kejadian dan mencari berbagai macam jalan keluar yang sesuai dengan pemikiran kita.

Melatih kesabaran dibangun dengan merasakan pedihnya sakit hati dan kemarahan, merasakan segala hal perasaan yang membuat diri tidak nyaman ini membawa kita kepada pengalaman dan menandainya. Oh ini saya sedang marah dan sedih, biarkan itu semua terjadi sebagaimana adanya tanpa mesti meresponnya langsung, beri jeda dan amati suasana batin yang terjadi saat itu. Sampai kondisi tersebut mereda dengan sendirinya dan kita baru bisa meresponnya dengan hati yang lebih tenang.

Kesadaran dan kesabaran ini dilatih dengan waktu yang tidak bisa ditentukan sampai kapan, yang pasti semakin kita melatihnya dampak baik akan mengepung diri kita dan menyelesaikan segala masalah kehidupan dengan cara terbaik.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...