Langsung ke konten utama

Kesibukan dan Healing

Sebetulnya tidak ada yang namanya sibuk namun ini soal prioritas saja. Sesibuk apapun diri kita jika menyempatkan diri untuk mengutamakan kegiatan tertentu bisa saja dilakukan. 

Hanya saja kita punya batasan dan batasan itu yang membuat kita mengatakan sibuk dan lebih penting mengurus urusan diri sendiri dulu.

Skala prioritas ada mendesak penting, tidak mendesak namun penting, mendesak namun tidak penting, tidak penting dan tidak mendesak. 

Dari skala prioritas ini kita bisa menentukan mana yang harus didahulukan dan mana yang harus ditinggalkan.

Kesibukan yang kita pilih bakal menguras tenaga dan energi hidup kita dan penyelesaiannya dengan istirahat yang cukup. 

Inilah pentingnya punya jadwal agenda aktivitas agar bisa memberi jeda pada setiap aktivitas dan tidak terlalu padat dengan memperhatikan kalau bisa kita kerjakan semuanya.

Kita sendiri yang lebih tahu batas maksimal tenaga kita dan dari situ bisa menakar kapan waktunya yang tepat kita mau terus bekerja atau istirahat. 

Jangan sampai kita memaksa diri untuk bekerja keras terus menerus tanpa melihat kondisi tubuh kita yang sudah kelelahan.

Sekarang lagi populer istilah healing, mereka sedang membutuhkan refreshing tubuh dan mentalnya, walaupun tetap diperjalanan menuju daerah wisata capai juga namun dinikmati sebagai aktivitas yang menyenangkan.

Walaupun ada juga yang menolak istilah healing ini kurang tepat, tetapi banyak orang yang menggunakan healing untuk refreshing, jalan-jalan, rekreasi dan senang-senang bersama teman atau keluarga. Menurut saya itu sah-sah saja sebab setiap kata itu punya makna dan zamannya sendiri.

Terlalu sibuk butuh healing dan kelamaan healing juga perlu kesibukan untuk menghasilkan uang yang membiayai healing. 

Orang menyebutnya dengan work balance yaitu kerja yang seimbang antara kesibukan kerja dengan agenda healingnya. Agar pekerjaan tidak penat dan setelah healing kita bisa semangat bekerja kembali. 



 

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...