Langsung ke konten utama

Hanya Agama Islam yang Paling Benar

Pada dasarnya setiap golongan suka mengunggulkan golongannya sendiri dan merendahkan golongan yang lainnya. Golongan yang unggul dirinya merasa lebih tinggi dan secara otomatis akan mudah merendahkan golongan lain yang ada di bawahnya. 

Ketika saya menganggap agama islam yang paling benar, sudah pasti agama yang lain dianggap salah. Yang melatarbelakangi anggapan salah ini adalah salah dalam keyakinan agama islam, bukan menggunakan keyakinan agama kristen. Di sisi lain agama kristen menganggap agamanya paling benar dan ini hanya menurut agama kristen saja, bagi agama lain dianggap salah.

Nah sekarang bagaimana kalau begini, saya yakin agama islam yang paling benar dan boleh saja kalau ada agama lain yang menganggap agamanya paling benar menurut keyakinan agamanya masing-masing. 

Dengan pemahaman ini kita akan lebih lentur dalam berkeyakinan dan bertoleransi dalam moderasi antar umat beragama. Tanpa kehilangan keyakinan iman bahwa islam sebagai agama yang paling benar dan tidak perlu merendahkan keyakinan agama lain.

Kalaupun kita ingin menyalahkan, coba keras dan salahkan diri sendiri dalam beragama yang belum baik, dari sini akan tumbuh sikap dewasa dan evalusi diri dalam beragama.

Jika dirasa perlu kita mulai memperluas literasi dengan sedikit mengetahui ajaran kebaikan yang ada di agama lain sebagai referensi perbandingan agama dan mengetahui sudut pandang agama lain.  

Tuhan bisa saja menjadikan kita semua satu agama yang sama, namun kenyataannya Tuhan menjadikan kita banyak agama, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling kenal mengenal satu sama lain.

Tidak perlu ingin semua manusia di muka bumi ini hanya dipeluk oleh satu agama saja, sebab Tuhan saja tidak menjadikan satu agama dan sengaja dibuat banyak agama agar saling mengenal ajaran kebaikan di setiap agama dan sebenarnya tertuju pada satu sumber kebenaran.

Agama hanya sebagai identitas, yang dilihat setelah itu adalah output dari penghayatan kita beragama. Hasil dari beragama adalah akhlak atau tindakan baik terhadap semua makhluk sebab orang lain lebih melihat dampak dan manfaatnya bagi kehidupan.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...