Meditasi sering dibayangkan sebagai keadaan ketika pikiran langsung kosong, tubuh sangat tenang, lalu seseorang tiba-tiba menemukan kedamaian. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Ketika mulai duduk dan diam, justru sering kali yang muncul adalah kebisingan yang selama ini tertutup oleh kesibukan. Pada awalnya, tubuh mulai terasa lebih tenang. Napas menjadi lebih teratur. Kita mulai menyadari suara kendaraan, bunyi kipas, rasa gatal di kulit, atau posisi tubuh yang ternyata tidak nyaman. Pikiran pun ke mana-mana. Baru duduk sebentar, tiba-tiba teringat pekerjaan, percakapan kemarin, masalah keluarga, bahkan rencana makan setelah meditasi. Ini bukan berarti meditasi gagal. Justru di situlah latihan sebenarnya dimulai. Setelah beberapa waktu, biasanya kita mulai melihat pola. Pikiran muncul, kita mengikutinya, lalu sadar bahwa kita sedang melamun. Kita kembali memperhatikan keadaan saat ini. Beberapa saat kemudian pikiran lain muncul lagi. Begitu terus. Seperti sedang duduk di pinggir...