Ada satu pertanyaan yang belakangan ini menggangguku: ketika kita mengatakan “Tuhan itu ada”, sebenarnya apa yang kita maksud dengan kata ada? Kalimat itu terdengar sederhana. Sejak kecil kita mungkin sudah terbiasa mendengarnya. Tuhan ada, lalu Tuhan menciptakan alam, manusia, bumi, langit, dan segala sesuatu. Karena segala sesuatu yang kita lihat memiliki sebab, maka Tuhan dianggap sebagai sebab pertama dari semuanya. Tetapi semakin kupikirkan, semakin terasa ada sesuatu yang belum selesai. Kalau segala sesuatu membutuhkan pencipta, lalu Tuhan diciptakan oleh siapa? Jawaban yang biasanya muncul: Tuhan tidak diciptakan. Tuhan sudah ada dengan sendirinya. Di situlah aku berhenti sebentar. Kalau Tuhan boleh dikatakan ada tanpa diciptakan, mengapa alam semesta tidak boleh dipertanyakan dengan cara yang sama? Mengapa harus selalu diasumsikan bahwa alam membutuhkan pencipta, sementara Tuhan justru boleh menjadi pengecualian? Pertanyaan ini bukan untuk membuktikan bahwa Tuhan tidak ada. Aku...