Langsung ke konten utama

Sinergi Air Mata Kesedihan dan Gelak Tawa

Untuk dapat menangis dengan banyak air mata butuh kualitas dan kuantitas kesedihan yang banyak.

Kalau masalahnya sepele sih, tidak akan sampai membuat air mata mudah meleleh dengan mengalir deras. Masih bisa di tahan dan di pendam, berlalu begitu saja.

Beda hal apabila air mata sudah sinergi dengan kesedihan, kesedihan yang mendalam akan mampu mengalirkan energi yang bergerak di dalam diri manusia.

Emotion, Energy Motion. Energi yang bergerak ini diperlukan ketika segala kepenatan dan sampah sampah emosi mengendap. Bukan hanya tangisan, tertawa pun adalah cara untuk melepaskannya.

Sebagai cara untuk mengekspresikan luapan emosi, tangisan dan tertawa adalah cara yang tepat. Sebab jika tangisan itu mengharu biru, selepasnya adalah kelegaan di dada. Begitupun ketika tertawa sepuas puasnya, selepasnya akan ada sensasi endorpin yang membuatnya bahagia.

Lihat saja di luaran sana, acara televisi yang bergenre komedi, pasti laris manis. Wajar bila di acara acara yang biasanya tidak ada komedinya, untuk memenuhi komoditas pasar, diselipkanlah unsur komedinya.

Sama dengan tertawa, tangisan pun digemari saat diacara muhasabah dan dzikir, atau di acara Training Motivasi ada saja sesi yang membuat peserta menangis sesenggukkan.

Wadah untuk menangis dan tertawa, terkadang dibatasi oleh momn atau kondisi tertentu saja. Sulit kalau kita ciptakan sendiri, sebagai latihan atau bahasa keren nya katarsis. Yang bisa dilakukan sehari hari, latihan yang mudah diaplikasikan kapan saja dan di mana saja.

Selama ini kita masih menggunakan media di luar dirinya sendiri (bantuan orang lain) untuk membuat tertawa dan menangis, bukan nya menjadi efek transformasi diri tapi hanya bentuk pelarian, pelampiasan sesaat saja. Menggugah tidak merubah.

Coba latihlah, beberapa kali tertawa dan menangis tanpa sebab. Lihat dan amati pikiran dan perasaan Anda. Jika sulit, berpura-puralah untuk melakukannya. Lakukan dengan total sampai bisa menangis dan tertawa beneran.

Cilegon, 25012018
Roby Martin

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...