Langsung ke konten utama

Catatan Maaf di Otaknya Hilang

Bagi yang sering mengucapkan permintaan maaf, namun tidak di imbangi dengan perbaikan perilakunya. Mungkin awalnya orang akan memaafkannya, namun jika mengulanginya kembali bahkan berkali kumat melulu, maka bersiap siaplah kehilangan kepercayaan dan hilang pula rasa memaafkan.

Lha wong sudah di maafkan tapi tetap saja ngeyel, enggak mau berubah dan evaluasi diri. Sebenarnya secara ucapam dia sudah menyesal dan berniat mau berubah. Entahlah beda ucapan, beda juga tindakan. Perubahannya hanya sekedar di mulut saja, belum sampai kepada tindakan nya yang konsisten.

Kalau sudah begini menyebabkan catatan maaf di otaknya menjadi hilang. Hilang karena sudah bosan di bohongi dengan janji manis, namun tidak ada realisasinya.

Lama kelamaan yang ada malah menabung rasa kesal. Rasa kesal yang bertambah dan terus bertambah karena tidak kunjung ada perubahan.

Ada 2 pilihan mau terus berurusan dengan orang tersebut dengan menjaga jarak dengannya, ya cukup tau aja kalau dia memang memiliki kelakuan yang seperti itu. Atau sekalian di tegaskan, tidak lagi mau berhubungan sama sekali, putus hubungan. Titik.

Ada yang bilang sabar itu tidak ada batasnya, jika ada batasnya itu bukan sabar. Pernah dengar? Ya lihat dulu konten, konteksnya seberapa rutin dia melakukan tindakan yang tidak kita sukai, seperti apa.

Kita masih belum bisa meneladani seperti Nabi Isa Al Masih, yang mengatakan ketika di tampar pipi kiri, maka berikanlah pipi kanan. Atau seruan

“…dan balasan kejelekan itu adalah kejelekan pula, namun siapa yang memaafkan dan memperbaiki (hubungannya), maka pahala baginya di sisi Allah. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang dhalim. “(QS Asy Syura 40)

Mungkin hal ini mudah bagi beberapa orang, namun bisa di bayangkan jika ia melakukan kesalahan berulang ulang, bisakah memaafkan? Rasakan bagaimana jika ada orang yang hobi membully tiap hari kepadamu?

Mampukah memaafkan? dan dengan mudahnya bersabar? tentu tidak, bukan. Butuh proses dan waktu untuk sampai ke level memaafkan dan bersabar.

Begitupun ketika merespon orang atau keadaan yang membuat marah dan kesal, anjuran baiknya adalah, responlah dengan perkataan baik, bahkan kalau bisa ucapan istighfar atau 'nyebut'.

Bisa jadi awalnya mudah mengucapkan 'astaghfirulloh', itu sekali dan ketika kedua, ketiga, ke empat dan seterusnya masih tetap di bikin kesal dan marah, apakah mampu tetap 'nyebut'? kalau tidak kuat menahannya, keluar juga kata kata, Anjing.. Tai.. Kampret.. Juancuk.. dan seterusnya. Ini ungkapan manusiawi ketika ada orang yang marah dan kesal. Saran buruk saya jangan di tahan, keluarkan saja. Yang penting terima resikonya sendiri.

Memang bagus ketika ada yang menyarankan menggantinya dengan respon yang baik dan mengubah mindset kita, tapi kembali lagi kepada realita yang ada. Bahwa terkadang memang kita mudah sekali terburu buru emosional. Ini yang harus di kendalikan.

Untuk yang catatan maafnya sudah hilang di otaknya, kapan kapan cobalah memaafkan kembali. Mudah mudahan catatan maaf itu masih ada. Belajarlah pelan pelan, kali saja bisa memaafkan sungguh sungguh.

Jika masih sulit, tidak apa-apa, nanti saja, kapan kapan. Meski ada yang bilang sudah memaafkan tapi masih saja bayangan wajah dan kejadian nya teringat kuat, masih menyimpan kesal, kalau ada kesempatan malah mau balas dendam. Semoga hal ini tidak terjadi, bisa menahan dan melepaskannya di tempat yang tepat.

Cilegon, 17012018
Roby Martin

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...