Langsung ke konten utama

Multi Tafsir

Yang membuat berbedanya pendapat antara satu definisi dan yang lainnya adalah karena adanya multi tafsir.

Penafsir  satu bilang ini boleh, penafsir dua bilang ini tidak boleh, dan ada lagi penafsiran ketiga tidak membolehkan dan tidak melarang berada di pertengahan, netral.

Sebagai orang yang menerima hanya satu tafsir saja, sudah bisa di bayangkan akan seperti apa yang ia pikirkan. Hanya tafsir ini yang paling benar, yang lainnya salah.

Akan berbeda yang telah mempelajari banyak tafsir dan sudut pandang, lebih bijak dan lebih jernih dalam menilai tafsiran. Tidak terburu buru menghakimi, dapat menghargai perbedaan pendapat.

Dalam menilai apapun, mulai dari berita, ajaran agama, pendapat orang lain, ceramah agama dan sebagainya dapat lebih lentur (fleksible).

Selain diri kita punya pendapat, sah-sah saja jika ada yang berbeda pendapat, saling menghargai dan menghormati. Memaklumi apabila perbedaannya terlalu ekstrim.

Jangan marah, su'udzon (buruk sangka) dan ngamukan jika ada yang berbeda tafsir, karena memang yang berada dalam wilayah pendapat selalu masuk dalam aneka multi tafsir.

Serang, 21012018
Roby Martin

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...