Langsung ke konten utama

Wahai Masalah, kamu itu kecil. Karena Aku Punya Allah yang Maha Besar

Membandingkan Allah dan masalah, bukanlah prihal yang sebanding. Masalah merupakan irama kehidupan yang akan selalu ada sedangkan Allah bukanlah tempat untuk dimintai bantuan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Mengapa demikian, sebab tugas Allah bukan untuk menyelesaikan masalah hidup anda. Allah tidak memiliki tugas khusus apapun, Dia maha hidup dan berdiri sendiri. Dia ada bukan untuk menyelesaikan masalah yang sedang anda alami.

Lalu bagaimana menyelesaikan masalah yang ada, itu merupakan tugas anda untuk menghadapi sekaligus menyelesaikan nya sendiri. Bertanggung jawab atas resiko logis hidup di dunia ini yang pasti selalu ada masalah. 

Kalau sudah bertanggung jawab, tentu sudah tidak lagi banyak menyalahkan orang lain dan menyerahkan bantuan masalah ini kepada selain dirinya. Berani berbuat, berani bertanggung jawab.

Allah yang maha besar, Dia maha besar dari apapun dan tidak bisa di sebandingkan oleh apapun yang masih bisa terjangkau oleh pikiran manusia. Dia maha suci, terhindar dari perbandingan apapun.

Jadi jika mempunyai masalah bukan mengatakan aku punya Allah yang maha besar, namun katakanlah aku bertanggung jawab atas semua masalah yang ada.

Dengan ini, kita akan lebih siap dan menyadari porsi besar dari penyelesaian masalah yang ada dengan bertanggung jawab untuk menerima dan menyelesaikannya sendiri.

Karena dengan bersandar untuk meminta bantuan kepada orang lain ataupun kepada Tuhan, hanya untuk mengalihkan kelemahan diri kita kepada sesuatu yang lain, melarikan diri dari masalah dan mengharapkan ada bantuan ajaib tanpa campur tangan diri kita sehingga dapat menyelesaikan masalah yang telah kita perbuat sendiri.

Bukankah ini bentuk dari tindakan melarikan diri dari masalah dan tidak tanggung jawab menyelesaikan masalahnya sendiri?

Anda sendiri yang menciptakan masalah tersebut, maka bertanggung jawablah untuk menyelesaikannya sendiri. 
Wahai masalah, Aku bertanggung jawab atas masalahku sendiri.

Cilegon, 09012018
Roby Martin

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...