Langsung ke konten utama

Sudah Terbiasa Kerja Lembur Dibayar ataupun Tidak

Lebaran 2023 ini saya masuk kerja shift siang dan beberapa teman yang cuti kerja karena lebaran, saya sengaja tidak mengambil cuti di hari lebaran karena ingin merasakan uang lemburan yang lebih banyak daripada sebelumnya.


Saya sudah punya rencana cuti di bulan Oktober 2023 ada acara di luar kota. Makanya saya bela-belain tidak cuti lebaran dan memilih untuk mengambil semua lemburan yang ada. Saya sampai mendapatkan 5 hari lembur berturut-turut dengan waktu lembur 28 jam.

Uang lemburan yang keluar di bulan depan nanti lumayan untuk uang tabungan dana darurat dan pendidikan anak. Bagi seorang karyawan pabrik uang tambahan hanya di dapat ketika lembur sebab saya belum ada bisnis di luar kerjaan. Jadi kalau ada lemburan berapa pun lamanya akan saya ambil semuanya.

Yang paling membagongkan adalah saya ditinggal mudik oleh istri dan anak-anak. Di rumah saya bangun sendiri, masak sendiri, menyiapkan persiapan bekal dan perlengkapan kerja sendiri. Sudah seperti anak bujang yang sedang ngekos dan tempat tinggal hanya dijadikan sebagai tempat tidur.

Menyedihkan tetapi saya harus bisa berjuang sendirian dan menyemangati diri. Saya sadar diri, kalau bukan saya yang berjuang, darimana saya punya uang tambahan dan menabung uang yang cukup untuk masa depan.

Kalau mau capek ya jelas capek, tapi kan memang begitu resiko pekerjaan dan ritme kerja lemburan. Kita diminta lembur dengan durasi waktu yang lebih lama daripada jam normal kerja. Saya biasa kerja 8 jam sehari ini belum dengan jam tambahan di perjalanan dari rumah dan naik bus.

Saya masih memegang motivasi diri bekerja itu ibadah dan berprestasi itu indah. Dengan motivasi diri tersebut membuat saya semangat bekerja dan membiasakan diri dengan lemburan kerja di pabrik.

Apalagi sebelumnya saya sudah terlatih bekerja lembur tanpa dibayar bermodalkan loyalitas, mulai dari bekerja di kapal, di bogor dan saat bekerja di projek. Saya bekerja babak belur dan kurang tidur. Sekarang jam lebih kerja saya dibayar, membuat saya lebih semangat dan saya dedikasikan demi anak istri tercinta.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...