Langsung ke konten utama

Kesalehan dan Kesalahan

Menganggap mereka yang punya kesalehan tidak pernah melakukan kesalahan, hal ini harus direvisi kembali sebab manusia pada dasarnya akan selalu punya kesalahan dan dosa.

Kesalehan muncul karena rutinitas ibadah yang akarnya berasal dari kebiasaan berulang dan sudah menjadi habit dalam urusan beribadah. Sedangkan kesalahan adalah human error yang disebabkan oleh kesengajaan, kelalaian dan kekhilafan.

Kesalehan memang berdampingan dengan kesalahan, tidak ada orang yang bisa luput dari kesalahan. Kalau ada orang saleh yang memiliki sisi gelap cabul dengan para wanita, memang kesalehan seringkali tidak menjangkau seseorang untuk bisa mengendalikan hasrat seksualnya.

Sisi gelap orang yang saleh punya peluang atau kesempatan yang besar untuk melakukan kesalahan oleh karena dirinya punya privilage tidak akan melakukan kesalahan, sehingga peluang ini dimanfaatkan ketika ada kesempatan untuk melakukan kesalahan atau kemaksiatan, sisi gelap orang saleh akan melakukannya dengan lebih rapi yang sebisa mungkin tidak ketahuan sama orang lain.

Membicarakan tentang sisi gelap, setiap orang pasti punya sisi gelap ini. Sisi gelap yang dimaksud adalah manusia punya potensi dalam dirinya untuk melakukan keburukan atau kejahatan.

Ada yang menanggapi sisi gelapnya dengan melakukannya dan ada juga yang tidak menanggapinya, cukup berhenti di alam pikirannya sehingga tidak sampai berani benar-benar melakukannya.

Kesalehan yang sempurna hampir tidak ada, yang paling bisa kita lakukan adalah memperkecil kesalahan agar dampaknya tidak terlalu fatal bagi diri sendiri dan orang lain. Kita sendiri yang paling bisa mengendalikan sisi gelap, bukan berdalih dengan berlindung menggunakan kata sedang khilaf, ada bisikan setan dan lainnya.

Mau orang itu saleh atau tidak saleh, kita semua punya peluang yang sama dalam melakukan kesalahan. Dengan samanya peluang yang ada kita bisa menggunakan akal sehat untuk bisa mengendalikan diri menjadi orang yang memiliki kendali dan tanggung jawab penuh atas dirinya sendiri.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...