Langsung ke konten utama

Sulitnya Meminta Maaf

Saya sendiri merasa begitu sulit untuk meminta maaf ketika sedang merasa tidak bersalah, terlalu sepele dan terlihat bisa dimaafkan jika nantinya kita bisa kasih hadiah atau makanan untuk orang tersebut.

Dengan kata lain mereka yang menganggap saya salah, lama kelamaan bisa memaafkan kesalahan saya dengan pemakluman karena kebaikan yang telah saya berikan. Kesalahan yang levelnya rendah dan bisa dimaafkan dengan mudah, saya rasa tidak perlu melakukan ceremonial minta maaf secara lisan, cukup kasih hadiah, sudah selesai.

Kesulitan meminta maaf ini sama halnya dengan memaafkan itu sendiri. Keduanya butuh effort lebih secara emosional, kita memerlukan ilmu dan keluasan hati yang cukup agar mampu mengatasi masalah maaf memaafkan ini.

Ceramah yang sering diberikan adalah ingat Allah saja maha memaafkan, masa kita sebagai hambanya tidak mudah memaafkan sesama memaafkan, jadilah orang yang mudah memaafkan dan juga meminta maaf.

Pada kenyataannya di lapangan kita mengalami banyak kesulitan untuk memulai meminta maaf maupun memaafkan orang tersebut. Keduanya membutuhkan penerimaan sesuai dengan kadarnya masing-masing.

Hanya dirinya sendiri yang mengetahui, apakah saya sudah ada di level penerimaan sehingga bisa mudah meminta maaf dan memaafkan. Ini tergantung proses penerimaan yang dilakukan oleh tiap individu, entah dengan cara apapun untuk menyelesaikan masalah di dalam dirinya agar mudah masuk dalam kondisi penerimaan yang total.

Ada yang bilang cukup dengan memakai biar waktu yang menyembuhkan, ada yang bilang harus datang ke Ustaz untuk disembuhkan menggunakan air doa, ada lagi yang menyarankan harus terapi ke psikolog agar disembuhkan mentalnya.

Kita sendiri yang paling tahu kebutuhan diri kita untuk menyelesaikan masalah kita sendiri, yang penting kita bisa menyelesaikannya, bukan membiarkannya yang makin lama bisa membuat kesehatan mental terganggu.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...