Langsung ke konten utama

Pinjol Solusi Hidup Masa Kini

Pinjol atau pinjaman online ini sudah merebak dimana-mana, menawarkan kemudahan dan sejuta kenikmatan agar kita berani mengambil uang sebesar-besarnya. Tanpa harus khawatir mengembalikan bunganya yang begitu besar sebab kita bisa membayar semua keinginan yang mendesak maupun yang disebabkan oleh FOMO (Fear Of Missing Out).

Tidak perlu berceramah mengenai dosa riba dan bahaya pinjol, mereka ini sebenarnya sudah tahu mengenai dosa dan bahayanya, namun keserakahan dan desakan kebutuhan hidup memaksa mereka untuk mengambil pinjol sebagai solusi hidup masa kini.

Daripada meminjam kepada tetangga dan teman yang resikonya adalah permusuhan dan keributan, dengan pinjol kita hanya berurusan dengan debt colector atau preman yang bisa diatasi dengan kabur, banyak berdoa, minta bantuan LSM, dan banyak cara ajaib agar kita bisa bebas dari pinjol. Tentu bukan dengan membayarnya, namun dengan cara tidak membayarnya dengan dalih bayar pinjol tidak wajib kata Pak Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan, kepada mereka yang sudah terlanjur menjadi korban pinjol ilegal, jangan membayar. Kalau ada yang tidak membayar, lalu mereka tidak terima, laporkan ke Kantor Polisi terdekat. Polisi akan memberikan perlindungan.

Selain populernya judi slot yang menggeser popularitas judi togel yang dicintai oleh masyarakat Indonesia dari kalangan bawah dan menengah. Saking populernya judi slot sudah menjadi tren anak muda masa kini, dianggapnya bermain judi slot itu iseng-iseng berhadiah, kalau beruntung mendapatkan yang belasan juta begitu mudah yang dilakukan sambil rebahan dan terkadang berkat doa orang yang sedang kesulitan.

Pinjol pun hampir setara popularitasnya dengan judi slot, jadi triknya ambil pinjol dan gunakan untuk bermain judi slot. Ini merupakan cara agar hidup semakin menantang dan semakin kuat menghadapi masalah hidup yang dibuat sendiri.

Keserakahan membuat banyak orang tidak pernah memiliki rasa cukup. Dalam pikirannya adalah bagaimana caranya agar mendapatkan lebih, lebih dan lebih. Mungkin saja sebenarnya kita hanya cukup dengan makan nasi dan tempe 2 biji, namun keserakahan lebih kita utamakan dengan membeli makanan di tempat mewah agar indah saat di foto dan diupload di media sosial.

Saya setuju denga pinjol sebagai solusi hidup masa kini, anggap saja seperti pesugihan modern yang memilik dampak buruk di masa mendatang. Kalau dahulu pesugihan memakan tumbal anaknya yang harus mati, sedangkan pinjol hanya mewariskan hutang kepada anak cucunya yang berkali-kali lipat.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...