Langsung ke konten utama

Mundur, Pergi, dan Jangan Kembali

Pembelajaran penting saya pelajari dari organisasi adalah mengetahui batasan untuk mundur, pergi dan jangan kembali. Saya memberikan batasan yang tegas kepada diri saya dan interaksi terhadap orang lain atau organisasi yang tidak begitu baik memperlakukan saya sebagai orang yg pernah aktif di dalamnya.

Isteri selalu memberikan kesan yang tegas dan keras agar jangan lagi mau bergabung dan kumpul dengan orang atau komunitas yang merendahkan diri kamu. Pada awalnya saya punya niat yang baik, kalau ada yang tidak suka dengan saya itu dosa dia sendiri, bukan urusan saya untuk membalasnya, saya fokus kepada niat baik yang sudah saya tanamkan sedari awal.

Namun benar saja nasihat yang diberikan oleh isteri benar terjadi, dimana mereka merendahkan harga diri saya dan melupakan jasa besar yang pernah saya bangun di dalam organisasi tersebut. Saya tidak meminta mereka mengingat jasa dan meninggikan harga diri saya, cukup saling menghormati dan bekerja sama sudah saya anggap baik.

Perlakuan yang saya anggap tidak sopan ini yang seharusnya saya punya tindakan lebih tegas dan punya sikap yang tidak lagi membiarkan sikap tidak sopan ini berkelanjutan. Apalagi kalau sudah berurusan dengan istri dan anak-anak, saya akan lebih berani maju ke depan untuk menyelesaikan urusan denga orang atau organisasi manapun, selama yang dilakukan saya sudah benar.

Banyak hal yang sering saya lakukan, orang yang pertama saya mintai saran dan kritiknya adalah istri. Beberapa kali saya ribut dengan orang lain, isteri adalah orang yang sering membantu untuk menyelesaikan, walaupun terkadang orang yang lebih mudah emosional kalau suaminya disenggol sedikit.

Hal ini yang membuat saya agak lebih emosional, saat dimana isteri sudah bicara, mungkin nanti ketika anak-anak sudah bisa mengadu. Patokannya adalah ketika mereka masih di posisi benar dan tidak melanggar hukum, saya masih bisa membela dan mendukungnya, namun jika sebaliknya, saya tidak ragu untuk mengingatkannya.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...