Langsung ke konten utama

Melihat dan Mendengar Kata-Kata di Pikiran

Saya senang sekali membaca dan mendengarkan kata-kata bijak yang ada di media sosial. Kadang saya merasa tercerahkan, kadang merasa biasa aja dan kadang juga muak sendiri.

Masalahnya bukan pada kata-kata bijaknya, ini karena pikiran saya yang sudah penuh yang sampai membuat pikiran tidak bisa lagi memaknai dan tercerahkan.

Gelas saat terisi penuh oleh air, semakin diisi membuat air luber penuh keluar. Ini yang terjadi pada pikiran yang sudah penuh oleh kata-kata bijak, motivasi, nasihat, hingga ceramah agama. Semuanya terasa omong kosong dan muak membacanya.

Penuhnya pikiran ini membuat kita mengetahui bahwa kata-kata bijak, motivasi, dan sejenisnya bisa menjadi sampah bagi pikiran ketika terlalu banyak ditumpuk tanpa pernah dikosongkan kembali.

Cara untuk mengosongkan pikiran dari penuhnya sampah dengan berhenti sejenak dan membuang semua sampah tersebut. Setelah itu pikiran akan tenang dan lebih mudah dalam menyerap kepahaman (knowing).

Bagi saya yang senang membaca quotes motivasi bijak dan spiritual, sering mengalami kepenatan setelah kebanyakan membaca kalimat yang positif dan saya menyempatkan diri untuk duduk melakukan serangkaian latihan untuk membuang sampah pikiran. 

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...