Langsung ke konten utama

Selesai

Ada kalanya hidup hanya membutuhkan satu kalimat sederhana: yang sudah selesai, ya sudah selesai.

Dulu saya mengira semua hal harus dibereskan sampai benar-benar tuntas. Kalau ada masalah, harus dicari jawabannya. Kalau ada hubungan yang berakhir, harus tahu siapa yang salah. Kalau ada perkataan yang menyakitkan, harus dijelaskan. Kalau ada kegagalan, harus dicari alasan mengapa itu terjadi.

Ternyata tidak selalu begitu.

Ada hal-hal yang memang selesai tanpa penjelasan. Ada orang yang pergi tanpa sempat memberikan alasan. Ada pekerjaan yang berhenti sebelum sempurna. Ada rencana yang sudah dibuat dengan hati-hati, tetapi akhirnya tidak pernah terjadi.

Kita sering membuat sesuatu yang sudah selesai menjadi hidup kembali karena terus memikirkannya.

Saya pernah mengalami hal seperti itu. Sebuah kejadian sudah berlalu bertahun-tahun, tetapi setiap kali mengingatnya, saya seperti membuka kembali pintu yang sebenarnya sudah saya tutup. Kejadiannya memang sudah selesai, tetapi saya sendiri yang terus menghidupkannya melalui ingatan.

Barangkali menerima bahwa sesuatu telah selesai bukan berarti kita menganggapnya tidak penting. Justru karena pernah penting, kita perlu memberinya tempat yang layak dalam hidup: sebagai pengalaman, bukan sebagai tempat tinggal.

Ada perbedaan antara mengingat dan tinggal di masa lalu.

Kita boleh mengingat orang yang pernah dekat. Boleh mengenang keputusan yang pernah salah. Boleh sesekali bertanya, “Bagaimana kalau waktu itu saya memilih berbeda?” Tetapi setelah itu, mungkin kita perlu kembali melihat hari ini.

Sebab hidup tidak berhenti hanya karena satu cerita berakhir.

Kadang kita terlalu sibuk memperbaiki halaman lama sampai lupa bahwa halaman berikutnya sudah menunggu untuk ditulis.

Maka ketika sesuatu memang telah selesai, mungkin kita tidak perlu terus mencari kalimat penutup yang sempurna.

Cukup katakan kepada diri sendiri:

Sudah selesai.

Lalu tarik napas.

Besok pagi, kita bangun lagi.

Dan hidup berjalan seperti biasa.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...