Langsung ke konten utama

Punya Teman Pejabat, Bukan Berarti Urusan Hidup Lebih Mudah

Saya punya teman, sebut saja namanya Maman. Dia bangga betul karena punya kenalan pejabat. Di setiap tongkrongan, dia selalu menyelipkan kalimat sakti, “Waktu itu saya ngobrol sama Pak Camat, katanya sih…” atau “Saya sama Wakil Walikota deket, Bro.”

Awalnya kami pikir dia bercanda. Tapi makin ke sini, makin sering dia bawa-bawa nama pejabat itu seakan-akan punya efek magis. Lucunya, waktu dia ditilang polisi karena nerobos lampu merah, nggak ada satu pun “kenalan pejabat”-nya yang bisa bantu. Akhirnya dia bayar tilang sendiri sambil misuh-misuh, “Padahal saya tuh kenal Pak Lurah, loh!”

Nah, di situlah saya belajar satu hal: punya kenalan pejabat nggak otomatis bikin kita punya kuasa atau keistimewaan. Ibarat punya nomor WA artis, tapi cuma bisa lihat statusnya doang, nggak pernah dibalas juga. Temenan iya, tapi nggak berarti apa-apa.

Banyak orang terlalu mengagungkan “relasi”, sampai lupa bahwa pengaruh sejati bukan soal kenalan siapa, tapi kontribusi kita apa. Kadang, kita cuma figuran di hidup mereka, sementara mereka jadi pusat semesta dalam bayangan kita.

Teman pejabat itu kayak punya foto bareng presiden. Buat dipajang oke, buat pamer mungkin manjur, tapi buat bantu urusan? Belum tentu.

Jadi, punya kenalan pejabat itu bukan dosa, tapi jangan dibesar-besarkan seolah hidup bakal lebih mudah. Karena hidup tetap harus dijalani dengan usaha sendiri, bukan berharap dibantu dari nama yang cuma kita sebut-sebut, tapi nggak kenal kita.


Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...