Langsung ke konten utama

Tidak Ada Rotan, Thoriq pun Sudah Haji

“Aku ini sudah naik haji sejak umur 2 bulan,” ujar Haji Thoriq dengan bangga di depan kamera podcast. Kami, tim Podcast Ngaco, nyaris terpingkal mendengar pernyataannya.

Beberapa menit sebelumnya, Haji Thoriq datang dengan semangat luar biasa. “Hari ini, aku bakal bikin kalian takjub!” serunya. Saat siaran dimulai, dia langsung menyampaikan klaim nyelenehnya.

“Serius, Haji? Gimana ceritanya bisa naik haji di umur 2 bulan?” tanya Reza, host kami, dengan senyum setengah tertahan.

Haji Thoriq mengangguk. “Waktu itu bapak-ibuku pergi haji, dan aku ikut—meskipun masih di perut ibu. Jadi, secara teknis, aku ini sudah naik haji sejak di kandungan!”

Gelak tawa memenuhi studio kecil kami. “Wah, hebat juga, Haji. Jadi pengalaman hajimu lebih dini daripada kita yang baru naik haji setelah dewasa?” tanyaku, mencoba terlihat serius.

“Tentu saja,” jawab Haji Thoriq sambil tersenyum lebar. “Pengalaman spiritualku lebih awal daripada kalian.”

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...