Beberapa tahun lalu, kalau ada orang bilang mau ikut yoga, saya mungkin membayangkan orang yang duduk bersila dengan mata terpejam, memakai pakaian serba putih, lalu berbicara tentang ketenangan hidup sambil memandang matahari terbit. Sekarang pemandangannya sudah berbeda. Yoga ada di mana-mana. Di studio, hotel, taman kota, pusat kebugaran, bahkan di media sosial. Pesertanya juga macam-macam. Anak muda, ibu-ibu, bapak-bapak, pekerja kantoran, sampai orang yang mungkin awalnya hanya ikut karena diajak teman. Saya sendiri pernah melihat orang yang baru mencoba yoga dengan wajah penuh percaya diri. Lima menit kemudian, kakinya sudah seperti sedang mencari alamat. Tubuhnya diminta meliuk ke kanan, sementara pikirannya mungkin sedang bertanya, “Kenapa saya melakukan ini?” Memang, yoga dari luar terlihat sederhana. Tinggal tarik napas, buang napas, lalu tubuh digerakkan ke berbagai posisi. Kenyataannya, ketika badan sudah kaku seperti gagang sapu, gerakan yang bagi instruktur terlihat mudah...