Langsung ke konten utama

Kedamaian Apa yang Kamu Cari?

Kita sering mendambakan kedamaian pikiran. Rasanya wajar saat kita berpikir, "Saya harus lebih tenang, lebih damai." Tapi, pernahkah kita mempertanyakan ini: Bisakah pikiran benar-benar damai? Pikiran bisa mencoba menciptakan kedamaian, bahkan memaksakan diri untuk tenang, tetapi apakah itu berarti pikiran itu sendiri damai?

Jika dipikirkan lebih dalam, pikiran pada dasarnya selalu sibuk. Ia terus bergerak, meloncat dari satu hal ke hal lain, merencanakan masa depan, menyesali masa lalu, atau khawatir tentang apa yang sedang terjadi. Bahkan ketika kita berusaha mencapai kedamaian, pikiran sibuk menciptakan strategi untuk “menjadi” tenang. Ironisnya, usaha untuk menjadi damai itu sendiri adalah bentuk kegelisahan.

Ketenangan yang kita cari-cari sebenarnya tidak bisa dihasilkan oleh pikiran, karena pikiran itu sendiri adalah sumber kegelisahan. Jadi, pertanyaannya bukan tentang bagaimana membuat pikiran menjadi damai, melainkan menyadari sifat gelisah dari pikiran itu sendiri. Ketika kita memahami bahwa pikiran selalu sibuk, kita bisa berhenti memaksanya untuk tenang.

Barangkali, kedamaian sejati datang bukan saat kita berusaha mencapainya, tapi saat kita memahami dan menerima sifat alami pikiran yang gelisah. Dalam penerimaan itu, kita mungkin menemukan kedamaian yang lebih dalam dari sekadar keheningan pikiran.


Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...