Langsung ke konten utama

Menapaki Impian dengan Realitas

Impian diciptakan sebaiknya melampaui zaman dan membaca banyak kemungkinan. Jangan hentikan impian dengan pesimisme sebab ketidakmungkinan itu tentang kurangnya ketangkasan dalam menanggapi kesempatan dan peluang.

Menapaki realitas artinya kita memiliki kemampuan untuk melihat kenyataan di depan mata dan menginjakkan kaki ke bumi. Tujuan dari menapaki realitas yakni agar kita tidak terlalu berlebihan dalam berkhayal serta menyesuaikan diri dengan kapasitas diri.

Memadukan antara impian dan realitas dapat melahirkan percaya diri karena kita sudah mengukur dir dan punya perencanaan dengan banyaj kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan.

Menapaki impian dengan realitas membuat kita tidak terjebak dengan ambisi dan hawa nafsu yang tidak terkendali. Benar bahwa impian yang kita punya optimis dapat digapai dengan segenap kemampuan yang dipunya namun juga harus menyesuaikan diri dengan batasan dan tahapan untuk menjangkaunya.

Kehebatan impian semakin presisi dengan menapaki realitas, sehingga kita punya semangat untuk mengejar ketertinggalan yang diakibatkan oleh kurangnya kompetensi diri. Ketika impian yang dituju membutuhkan banyak kompetensi dan keterampilan, kita yang berusaha untuk memenuhinya agar semakin dekat dengan terwujudnya impian.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...