Langsung ke konten utama

Beban Hidup itu Bernama Berat Badan

Dulu pernah sih nyobain diet dan olahraga rutin, hasilnya lumayan memuaskan turun beberapa kilogram dan sekarang berhenti ngatur pola makan (diet) dan males olahraga. Di pikiran saya, ah kalau mau nurunin berat badan gampang, udah tau caranya, tinggal niat, kesungguhan dan konsistensinya aja.

Masalah utamanya di perasaan males yang sulit menggerakan usaha untuk diet apa lagi olahraga yang mengharuskan saya aktif menggerakan seluruh badan. Pernah kemaren nyobain diet tapi hanya bertahan beberapa jam saja, gagal gaes. Pernah juga nyobain olahraga lagi, baru sehari lari beberapa kali putaran alun-alun, berikutnya males lari-lari.

Saya bilang beban hidup sebab bener-bener ganggu kenyamanan memakai celana yang biasanya muat, ini harus melepas kancing atau pengait celana, bahkan ada yang harus melepas resleting dengan mengandalkan sabuk celana.

Tidak kuat jongkok karena lebih cepet ngerasain kesemutan. Ketika sedang bercermin bentuk perut membulat yang jelas tidak layak masuk postingan di media sosial, ditambah pipi tembem yang sangat mencirikan lagi gendut-gendutnya.

Hampir setiap bertemu temen nongkrong, wih nambah gendutan aja nih. Kesinggung sih enggak karena emang kenyataannya nambah berat badan, tapi pas diucapkan berulang-ulang, ini yang ngeganggu.

Memang pada umumnya bapak-bapak di umuran saya ini sudah biasa menggendutkan diri sampe level obesitas dan penyakit darah tinggi, kolesterol dan sejenisnya yang muncul dari tidak terkendalinya makanan yang masuk, pola makan yang buruk.

Resolusi 2024 kayaknya saya harus lebih sehat lagi, mungkin akan dimulai bukan Februari 2024 untuk hidup lebih sehat dengan menjaga pola makan dan olahraga secukupnya. Minimalnya enggak gampang capek, merasa badan semakin berat, perut buncit yang bikin celana gak pada muat semua.

Memang bener beban hidup yang bernama berat badan ini ngeganggu hidup dan sebaiknya saya harus bisa mengubah pola hidup lebih baik lagi. Minimalnya celana yang sempit bisa muat lagi, maksimalnya pas foto keliatan lebih langsing dan tirus. haha...

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...