Langsung ke konten utama

Toleransi terhadap yang Intoleran

Ini sama saja halnya seperti memaafkan orang yang tidak mau meminta maaf, berbuat baik kepada orang yang jahat dan mencintai orang yang tidak pernah mau mencintai balik diri kita.

Sulit, ya jelas sulit. Bertoleransi terhadap mereka yang intoleran. Di saat mereka melakukan tindakan intoleransi dan pada saat yang bersamaan kita diharapkan dapat bertoleransi.

Kerangka besar yang dapat kita lihat di sini adalah intoleran memang muncul bersamaan dengan kesombongan dan egoisme ingin dihormati, memaksa dan gila sanjung puji. 

Sedangkan toleransi muncul dari kerendahhatian, keberagaman dan saling menghormati satu sama lain. Jadi, toleransi terhadap yang bertindak intoleran disikapi dengan ketidak setujuan dan adanya kesadaran menolak segala bentuk intoleransi.

Tidak dimaksudkan merasa golongan paling toleran sehingga dianggap orang liberal yang bebasnya kebablasan. Ini tentang timbal balik yang kebaikannya sama-sama memperoleh keunt. Ini tentang kesantunan yang didasari sikap saling menghormati dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain saja.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...