Langsung ke konten utama

Kok Jarang Aktif di Media Sosial lagi?

Awalnya saya mengira dunia akan sedikit berubah saat saya berhenti sering muncul di media sosial. Setidaknya, ada satu dua orang yang bertanya, “Kok jarang posting?” atau “Kamu ke mana?” Tapi nyatanya, tidak ada yang benar-benar berubah. Timeline tetap bergerak, isu tetap datang dan pergi, orang-orang tetap tertawa, marah, jatuh cinta, dan patah hati. Dunia baik-baik saja, meski saya tidak lagi rajin muncul di layar kecil bernama media sosial.

Dulu, saya cukup aktif. Menulis gagasan, membagikan foto, mengomentari isu, sesekali berdebat di kolom komentar. Rasanya seperti sedang “hadir” di banyak tempat sekaligus. Ada kepuasan ketika tulisan disukai, dibagikan, atau dikomentari. Seolah eksistensi saya mendapat stempel: terlihat, diakui, dianggap ada. Media sosial menjadi semacam cermin—tempat saya memastikan bahwa saya masih diingat.

Pelan-pelan, semuanya terasa melelahkan. Bukan karena kehabisan ide, tapi karena terlalu sering menjelaskan diri sendiri. Saya mulai mengurangi unggahan. Dari yang tadinya rutin, jadi sesekali. Dari yang tadinya reflektif, jadi lebih diam. Anehnya, hidup justru terasa lebih tenang. Pikiran tidak lagi sibuk memikirkan respons orang lain. Menulis kembali menjadi urusan pribadi, bukan konsumsi publik.

Kini saya sadar, eksis di media sosial bukan penentu nilai diri. Kehadiran saya tidak ditentukan oleh seberapa sering muncul di layar orang lain. Dunia tidak runtuh saat saya absen, dan itu tidak apa-apa. Ada ruang baru yang tercipta: ruang untuk hidup tanpa perlu terus-menerus disaksikan. Kadang, justru dengan tidak terlihat, saya merasa lebih benar-benar ada.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...