Langsung ke konten utama

Berandalan BerTuhan

Untuk mengenal Tuhan dan beragama dengan dogamtis itu mudah, tinggal mengikuti saja yang sudah ada, ready use. Menggunakan kaedah sami'na wa atho'na, semuanya menjadi kelar begitu saja. Bagi saya yang selalu belajar, penasaran, tidak cukup rasanya jika menerima beragama dan berTuhan yang sudah 'ready use', saya mau mengkaji dan menyelami nya langsung, bukan lagi katanya.

Seperti halnya yang di lakukan oleh berandalan, saya lebih senang melakukan segala semau gue, nakal dalam berTuhan dan beragama. Merdeka tanpa aturan harokah apapun, qiyadah, imam, amir siapapun, bahkan aturan dan syarat agama manapun. Ketika ada perintah sholat saya selami rasa khusyu nya dan manfaatnya dan jika sholat yang di lakukan hanya gerakan biasa seperti olahraga tanpa ruh dan khusyuan, saya akan tinggalkan. Begitupun dengan ibadah ibadah lainnya sudah saatnya yang bersifat dogmatis di hancurkan, di ganti dengan pemaknaan, substansial dan penghayatan.

Saya memaknainya sebagai berandalan berTuhan, berandalan sampah yang sedang menyelami syahadah. BerTuhan, bukan mempunyai Tuhan karena Tuhan bukan untuk di miliki, bukan untuk di sembah, bukan karena memiliki fungsi dan manfaat. BerTuhan tanpa tujuan. Haha.. Tidak jelas bukan? Ya.. Karena tujuan adalah penjara mind.

Cilegon, 19052017


Roby Martin


Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...