Langsung ke konten utama

Wisata Masa Lalu

Ada semacam wisata yang tidak pernah benar-benar dibuka untuk umum, tapi setiap orang memilikinya: wisata masa lalu. Tempat di mana kita bisa masuk tanpa tiket, tanpa antrean, cukup dengan rindu yang tiba-tiba mengetuk.

Aku sering berkunjung ke sana, diam-diam, di sela kesibukan atau saat malam sudah terlalu sunyi. Ada aroma buku tua, tawa yang dulu terdengar renyah, wajah-wajah yang mungkin sudah asing hari ini, tapi masih hangat di ingatan. Rindu itu seperti pemandu wisata yang dengan sabarnya membawa kita menyusuri jalan setapak kenangan, memperlihatkan sudut-sudut yang pernah kita lalui dengan begitu sederhana, tapi sekarang terasa begitu berharga.

Di sana, aku bisa kembali ke masa sekolah yang penuh keriangan, ke obrolan kampus yang penuh mimpi, atau ke rumah tua yang sekarang mungkin sudah lapuk. Setiap ruangnya menyimpan gema yang tak lagi bisa disentuh, tapi bisa dirasakan.

Namun, wisata ke masa lalu juga menyimpan paradoks. Semakin sering aku masuk ke sana, semakin aku sadar: masa lalu tidak bisa dihuni kembali. Ia hanya bisa didatangi sebagai tamu. Dan kerinduan itu, meski indah, seringkali membuatku sadar betapa waktu hanya memberi tiket sekali jalan.

Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, mengapa kita selalu rindu mendatanginya kembali? Mungkin karena masa lalu adalah satu-satunya tempat di mana kita bisa merasa utuh, sebelum patah, sebelum kehilangan.

Pada akhirnya, wisata itu adalah cara sederhana untuk berdamai dengan rindu. Bukan untuk kembali benar-benar tinggal, tapi untuk mengingat bahwa kita pernah hidup begitu penuh, begitu dekat dengan kebahagiaan yang tak pernah kita sadari saat itu.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...