Langsung ke konten utama

Tuhan Bukan Semesta, dan Semesta Bukan Tuhan

Akhir-akhir ini aku sering dengar orang bilang, “Semesta sedang mendukung,” atau “Titipkan pada semesta, nanti semesta kasih jalan.” Di media sosial, ungkapan itu terdengar indah, terasa spiritual, bahkan meyakinkan. Tapi jujur saja, aku mulai merasa ada yang kabur dalam pemahaman itu.

Tuhan dan semesta adalah dua entitas berbeda. Tuhan—dalam hampir semua tradisi agama—adalah sumber dari segala yang ada, tidak terikat ruang dan waktu. Sementara semesta? Ia adalah ciptaan, bukan pencipta. Ia tunduk pada hukum fisika, sebab-akibat, dan terbatas pada logika alam. Menyamakan semesta dengan Tuhan sama seperti menyamakan lukisan dengan pelukisnya.

Beberapa orang mungkin merasa nyaman dengan konsep “semesta mengatur”, karena lebih netral dan tak mengikat seperti konsep Tuhan dalam agama. Tapi di situlah jebaknya: kita jadi lupa bahwa yang benar-benar bisa mendengar niat, menilai usaha, dan memberi balasan itu bukanlah semesta—melainkan Tuhan yang menciptakan semesta itu sendiri.

Semesta tidak berkehendak, tidak berniat, tidak bisa kita ajak berdialog secara spiritual. Ia bisa menjadi media, jalan, bahkan tanda, tapi bukan pemilik kuasa. Seperti pipa yang menyalurkan air, bukan sumber mata airnya.

Kita boleh berdoa dan berharap, tapi jangan salah alamat. Jangan sampai kita mengganti Tuhan yang transenden dengan semesta yang pasif, hanya karena kalimatnya terdengar keren. Karena ketika doa tak terkabul dan harapan tak jadi nyata, semesta tak bisa memberi penjelasan. Tapi Tuhan—Dialah yang tahu, yang mendengar, dan yang benar-benar hadir, bahkan saat dunia tampak diam.


Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...