Langsung ke konten utama

Ingatan Masa Lalu

Ada ingatan-ingatan yang datang seperti bayangan hujan di sore hari. Bukan untuk menenangkan, tapi meninggalkan basah yang dingin di dalam dada. Ingatan masa lalu yang getir: pengkhianatan, kehilangan, atau sekadar keputusan bodoh yang pernah kita buat. Ia menempel di kepala seperti noda yang tak bisa dicuci.

Dulu, aku sering bertanya, mengapa harus terus mengingat? Mengapa yang buruk selalu lebih melekat dibanding yang indah? Tapi mungkin begitulah cara hidup mendidik kita. Ingatan yang menyakitkan itu, ternyata, adalah semacam peringatan. Ia menyimpan pesan: “Hati-hati. Jangan ulangi lagi.”

Seperti api kecil yang pernah membakar jari, ia membuat kita lebih pelan ketika mendekati bara. Seperti luka yang pernah menganga, ia membuat kita lebih pandai membalut perasaan sebelum berdarah lagi. Ingatan itu, meski pahit, justru menyelamatkan kita di masa depan.

Aku mulai belajar menerima, bahwa masa lalu yang buruk tidak sekadar kutukan. Ia bisa berubah menjadi cahaya redup yang menuntun langkah. Memang tak selalu indah, tapi bukankah kedewasaan sering lahir dari rasa sakit?

Kini, ketika ingatan itu datang lagi, aku tidak lagi melawannya. Aku biarkan ia duduk sebentar, mengajarkanku untuk lebih hati-hati, lebih bijak, lebih mengenali diriku sendiri. Karena pada akhirnya, ingatan buruk bukan untuk menghantui. Ia ada agar kita bisa tumbuh.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...