Langsung ke konten utama

Rezeki Menang Judi Slot dari Tuhan

Iya sih bener kalau rezeki itu bukan cuman uang, tapi juga bisa didapatkan dengan melihat senyuman bahagia anak istri, kesehatan dan menang judi slot bisa menjadi limpahan rezeki yang datangnya mungkin dari Tuhan juga.

Saya punya cerita mengenai judi slot ini, posisi pekerjaan saya yang sekarang ini didapatkan dari judi slot. Jangan berpikir negatif dulu, kisahnya begini, jadi karyawan yang dahulunya di posisi tempat saya bekerja sudah kecanduan judi slot sampai akhirnya membawa dia kepada kerugian dan hutangnya ada di mana-mana, hingga dalam pekerjaan pun jarang masuk kerja.

Menurunnya performa kerja tersebut, saya ditunjuk untuk menggantikan posisinya. Ternyata nasib sial judi slot bagi orang lain, namun bagi saya adalah judi slot bagian dari pintu rezeki yang mengantarkan saya di posisi pekerjaan saya yang sekarang ini. Masya Allah, tabarokalloh. Cuaks.

Menurut Koh Dennis yang terkenal sebagai Ustaz yang di masa jahiliyahnya pernah menjadi pemain judi dengan penuh hikmah mengatakan bermain judi itu yang menang itu ada dua, yang pertama karena dikasih menang oleh bandar dan yang kedua adalah bandar yang mengatur permainan judi.

Banyak yang mengetahui ceramah Koh Dennis ini, banyak yang sudah tahu bahaya, melarangnya dengan dalil haramnya judi, namun sayangnya ada yang jarang dibahas bahwa bermain judi itu erat kaitannya dengan penyakit kecanduan. Rasa penasaran yang muncul dari bermain judi ini membuat seseorang ketagihan untuk terus menerus mencoba sampai menang uang yang banyak.

Penasaran kapan saya bisa menang, penasaran kok saya kalah terus, ego ingin taruhan judi lebih besar, pantang menyerah hingga habis-habisan untuk memuaskan rasa penasaran yang memacu hormon andenalin.

Pengaruh psikologis ini nampak jelas di para pecandu judi, mereka harus mendapatkan kerugian moril dan materil, masuk penjara, rumah tangga hancur, tidak bisa bayar hutang dan mulai menipu keluarga sendiri. Kehancuran yang seperti itu mungkin akan membuatnya kapok tidak ingin bermain judi lagi.

Kemarin teman saya menang judi slot belasan juta dan ditraktir makan, saya rasakan hampir tidak ada perbedaan rasa enaknya makanan yang sedang saya makan. Meskipun banyak yang mengatakan uang hasil menang judi itu haram, sebagai orang yang pura-pura tidak tahu, kalau dibayarin makan enak kayaknya saya bisa memakai alasan kalau yang suka mengharamkan judi dan makan daging babi, mengapa berzina dan uang korupsi menjadi perbuatan yang seolah halal dan dimaklumin?

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...