Langsung ke konten utama

Open BO Via Michat

Mendengar teman yang udah sering Open BO via aplikasi michat membuat saya penasaran untuk melakukan observasi mendownload dan melihat isinya apa dan bagaimana sih, lho kok bisa jual beli kelamin secara terbuka ada di media sosial.

Pertama kali teman saya download michat, dia menceritakan harus memalsukan nama dan data pribadi dahulu agar tidak ada teman yang mendeteksinya. Tidak perlu memberikan data dan nama asli di aplikasi yang isinya kebanyakan Open BO tersebut, dia seperti ingin mengajarkan dan mengajak saya untuk segera punya akun di aplikasi michat dan Open BO.

Setelah itu menjelaskan dengan detail bagaimana cara main dan interaksi antar pengguna akun michat, oh ok ada pohon pesan yang bisa memilih text atau voice note, terus ada pencari pengguna michat yang ada di lokasi sekitar kita dan di sana dengan terang-terangan menawarkan rate harga jual dirinya.

Teman saya mengatakan untuk di daerang Serang, Cilegon dan sekitarnya harga normal minimal 300 ribu, kalau kita punya skill yang cukup bagus dalam tawar menawar, bisa masuk di harga 150 ribu sudah ok menurutnya. Saya semakin tertarik menggalinya, ingat ya sebagai bahan observasi bukan penikmat Open BO, astaghfirullah.

Sampai sini lumayan sedikit paham mengenai cara main michat dan nego untuk mendapatkan harga yang murah dengan kepuasan yang maksimal. Teman saya semakin antusias menjelaskan kembali, ada dua jenis Open BO, ada yang Short Time (ST) dengan harga yang murah karena hanya sekali crot dan ada juga yang Long Time (LT) dengan harga yang lebih mahal karena bisa booking sampai seharian penuh.

Lokasi favorit untuk check in di Kota Serang ada di Hotel Hikmah dan Hotel Laguna, dan kalau di luar kota bisa menggunakan aplikasi OYO, selain dikenal dengan penawaran sewa penginapan yang murah, kita akan disuguhkan kamar yang lumayan bagus yang bisa dipakai untuk olahraga berjamaah.

Saya rasa sudah cukup observasinya, karena lama kelamaan teman saya ini sudah seperti germo atau mucikari yang menawarkan spek dan harga wanita pekerja seks komersial. Dia pernah pakai dan mungkin saja saya tertarik untuk mencobanya. Bgst dikira saya doyan kali, padahal kan tidak mungkin dong. Iyuwh, gelay.

.

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...