Langsung ke konten utama

Jilbab Ajaran Islam

Pernah mengemukakan pendapat pribadi saya mengenai jilbab saat UAS mengomentari sekaligus meroasting Rina Nose yang melepas jilbabnya. Baru-baru ini pun selebgram Rachel Vennya lepas jilbab dan sempat ramai juga di media sosial. Diketahui salah satu efek penyebabnya karena perceraian dengan suaminya. Ditambah lagi kasus intoleransi pemaksaan siswi non muslim di sekolah yang wajib menggunakan jilbab.

Karena kebanyakan orang Islam belum siap atau lebih tepatnya menolak kebebasan berpendapat mengenai tidak wajibnya menggunakan jilbab, maka lebih baik mengikuti pemahaman banyak orang ketimbang kontra dengan menggunakan sudut pandang lain. Pembatasan kebebasan berpendapat dibatasi oleh kekuasaan, otoritas agama dan sanksi sosial keluarga hingga masyarakat.

Bahwa benar, jilbab ajaran Islam dan kita harus sependapat untuk hal ini. Sebagaimana saya diskusi dengan istri mengenai pandangannya melepas jilbab dan baginya jilbab adalah identitas diri. Namun di saat yang bersamaan ketika saya mengajaknya menggunakan cadar, istri menolaknya dengan alasan yang 'make sense', "lha wong suaminya aja model kayak kamu, masa saya nurut make cadar, enggak pantes lah". Merasa tidak terima, saya lempar pertanyaan bernada kesal, "sopankah begitu?".



Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...