Langsung ke konten utama

Wa Laa Takrobuj Jomblo

Pernah mendengar ayat ini? Saya pastikan ini bukan dari kitab suci, ini ngarang ngarang nya saya aja. Wa laa takrobuj jomblo yang artinya dan janganlah dekati jomblo. Ini bukan bermaksud menghina, membully dan menyudutkan umat jomblo. Lebih dari itu, saya ingin memotivasi dan menyampaikan kebaikan kepada umat jomblo agar dapat segera menikah (jika mampu), jika belum mampu ya tidak udah di paksa. Dalam beragama saja tidak ada paksaan, laa ikroha fiddin. Apalagi dalam urusan perjombloan. Toh hukum nikah itu mubah, bukan keharusan. Artinya boleh tidak dan boleh juga tidak. Kembali kepada pilihan masing masing.

Wa laa takrobuj jomblo, jangan dekati jomblo, dekatilah Allah yang Maha memiliki umat jomblo di manapun mereka berada. Maka berdoalah dengan segenap hati dan berupaya sekuat kemampuan yang kamu punya agar Allah mempertemukan dengan jomblo lainnya. Karena rumus perjombloan adalah Jomblo + Jomblo = Menikah.

Stay kalem and menikah (jika mampu dan ada yang mau)
Cilegon, 16032017
Roby Martin

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...