Langsung ke konten utama

Menembus Hujan

Bagi nya hujan adalah keberkahan dan kebermanfaatan untuk makhluk lain. Pantas lah jika ada doa, ya Allah semoga hujan ini bermanfaat dan doa yang paling di ijabah adalah saat hujan turun. Tadi pagi saat berangkat kerja menggunakan motor, menebus hujan yang gerimis bagian dari keindahan perjuangan mencari nafkah untuk keluarga. Tidak ada makian dan tidak ada kemarahan dalam hujan, tiap rintik hujan yang membasahi wajah menjadi kenikmatan tersendiri. Apalagi jika pakaian kantor basah terkena cipratan mobil dan motor yang melintas, langsung doa berkat bagi nya. Sambil tersenyum, di doakan, Semoga Tuhan lekas membalasnya dengan yang lebih baik. Aamiin.

Hari ini banyak yang membenci pemerintah karena banjir di mana mana. Adalagi yang nyinyir membela pemerintah. Keduanya sama saja, tidak ada yang lebih baik. selain dia yang menjadikan banjir sebagai proses muhasabah diri atau perbaikan diri.

Menembus hujan, basah nya menjadi lillah. Lelah nya berubah menguatkan fillah.

Cilegon, 21022017


Roby Martin

Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...