Langsung ke konten utama

MengCrack Pola-Pola Keunggulan Orang-Orang Berhasil


Serial bahasan: Membangkitkan Semangat
 
Study kasus:
Andi seorang mahasiswa di perguruan tinggi ternama, ia memiliki masalah dalam membangkitkan semangat dalam segala hal, mulai semangat dalam belajar, semangat kuliah dan yang lainnya, sehingga ketika dia malas datang yang dia lakukan hanya memanjakan diri dalam kemalasan di kosannya. Sampai suatu ketika Andi memutuskan untuk konsultasi kepada praktisi NLP sekaligus  hipnoterapis. 

B: Andi, apa masalahmu?
A: Saya memiliki masalah dalam berbagai hal semangat, saya sering banget malas.
B: Ah, masa sih kamu sering banget malas? Jadi seumur hidup gak pernah sama sekali bersemangat?

A: Yaa, ga juga sih, saya pernah bersemangat ketika saya SMA. Saat SMA saya bersemangat di berbagai hal, mulai dari belajar, ikutan organisasi, dan les musik.
B: Oh, jadi kamu pernah bersemangat ketika SMA . sekarang, kamu bayangkan diwaktu SMA, bagaimana saat kamu bersemangat belajar? Bagaimana persisnya gambaran, suara, dan perasaan yang kamu dapati di sana?

A: saya bersemangat belajar ketika saya memiliki sahabat yang bersemangat pula. Secara gambaran disana terlihat gambarnya berwarna, dekat,dan bergerak. secara suara internal, saya bilang sama diri sendiri, saya harus lebih baik dari teman-teman yag lain. Secara perasaan, di bagian dada atas sebelah kana nada sensasi kedutan yang kuat, dan jika semankin menguat saya jadi makin semangat untuk belajar.

B: Ok, jadi begitu toh pola saat kamu bersemangat dalam belajar. Nah.. sekarang kamu coba saat malas, kamu bayangkan, dengarkan dan rasakan dengan jelas kondisi saat kamu semangat belajar di waktu SMA. Dan fokuskan secara kinestetik, yaitu perasaan di bagian dada atas sebelah kanan ada sensasi kedutan yang kuat, perbesar rasa itu dan sebarkan keseluruh tubuh sehingga perasaan semangat benar-benar menyatu dalam diri kamu.

A: Ok, saya lakukan sekarang. Benar, saya merasakan semangat seperti saya SMA. Makasih pak atas bantuannya.
B: sip, sama-sama.

Penjelasan:
Dari study kasus diatas dapat kita ambil pelajaran bahwa untuk menjadi semangat dalam hal belajar, Andi membayangkan, mendengarkan dan merasakan diwaktu SMA.

Jadi dalam mengunduh kenggulan dapat dilakukan dengan 
  1.   Kejadian masa lalu ketika berdaya
  2.  Memodel orang lain yang memiliki keunggulan
  3. Membayangkan ketika anda berada dalam kondisi yang anda inginkan
Dan untuk mengunduhnya kita perlu “isi” dan “Struktur” dengan jelas dan lengkap,
Isi mengenai apa jenis kondisinya? Dimana? Dengan siapa? Mengapa melakukan? Bagaimana melakukannya?
Struktur mengenai bagaimana gambaran, suara dan perasaan yang ada ketika berada dalam kondisi yang diinginkan.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat.
Kalo ada pertanyaan, silahkan di tanyakan.

Selasa, 11 Juni 2013
Oleh Roby Martin


Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...