Langsung ke konten utama

Ketakutan di Balik Kematian

Ketakutan terkait dengan perasaan yang suatu hal yang mengerikan, selain itu bisa juga karena trauma. Dalam gambaran pikiran kita, ketakutan ini hadir untuk memberikan kewaspadaan dan kehati-hatian agar kita bisa menjaga diri dari bahaya.

Berarti ketakutan ada dampak manfaat positifnya juga, tidak selamanya tentang hal yang buruk, ketakutan jika diberdayagunakan bisa menjadi alat supaya kita terhindar dari bahaya. Selama porsinya tepat dan dapat dikendalikan dengan baik, ketakutan adalah alarm diri.

Hal yang sebaiknya kita hindari adalah ketakutan yang berlebihan, sehingga dampaknya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Ketakutan terhadap kematian yang berlebihan bisa mengakibatkan kita berpikir berlebihan (overthinking). Di sisi lain mengingat kematian bisa memotivasi diri berlomba-lomba berbuat kebaikan di dunia

Membahas ketakutan di balik kematian, menurut hemat saya ini terjadi karena kita dihantui bayangan siksaan setelah kematian dan tidak bisa menikmati setiap momen di kehidupan saat ini.

Dihantui bayangan siksaan neraka memang menakutkan, ada banyak macam-macam siksaan mulai dari dibakar dengan api neraka, tubuh dipotong hidup-hidup, ditusuk, digergaji dan kekejian yang paling dahsyat ada di dalamnya.

Padahal kenyataannya semua siksaan di alam kematian tersebut, kita tidak benar-benar mengetahuinya apalagi mengalaminya, informasi tersebut hanya berdasarkan katanya, asumsi atau tafsir agama mengenai kehidupan setelah kematian.

Dalam kacamata iman atau keyakinan, kita harus meyakininya sebagai kebenaran yang mutlak, sedangkan dalam filsafat kita masih bisa pertanyakan kebenarannya bahkan sampai menentangnya. Tinggal bagaimana keberanian kita mau menentangnya atau yakin total dengan tafsiran agama, ini merupakan pilihan, kita bebas memilihnya dan bertanggung jawab atasnya.

Menurut saya kita masih bisa tetap meyakini tafsir agama mengenai kehidupan setelah kematian, yang penting tidak takut berlebihan dan mampu menikmati hidup saat ini. Dengan begitu kita dapat hidup saat ini dengan berani sepenuhnya, tidak lagi terlalu takut dengan kematian yang terlalu berlebihan.


Komentar

Tulisan Populer

Apa Beda Suka, Senang, dan Cinta?

Apa beda suka, senang, dan cinta? Selama anda masih belum bisa membedakan ketiga hal itu, maka anda akan salah dalam memaknai cinta. Saya ilustrasikan dalam cerita, Anda membeli hp Android karena melihat banyak teman-teman yang memilikinya dan terlihat keren, saat itu anda berada di wilayah SUKA. Dan suka merupakan wilayah NAFSU. Ketika anda mengetahui fitur, fasilitas dan manfaat Android yang lebih hebat dibandingkan HP jenis lain, maka saat itu anda berada diwilayah SENANG. Dan senang itu tidak menentu, dapat berubah-ubah tergantung kepada MOOD. Saat BOSAN, bersiaplah untuk mengganti HP jenis baru yang lebih canggih. Jadi jelaslah bahwa, Selama ini CINTA yang kita yakini sebagai cinta baru berada dalam wilayah SUKA dan SENANG. BOHONG! Jika anda berkata, gue JATUH CINTA pada pandangan pertama. Sesungguhnya saat itu anda sedang berkata, gue NAFSU dalam pandangan pertama. Mengapa demikian? Karena cinta yang anda maknai baru sebatas SUKA. Suka dengan wajahnya yang cantik, se...

Nggak Apa-apa Jelek yang Penting Tobrut!?

"Tiket habis, Bro. Ternyata yang nonton konser hari ini bukan cuma aku sama kamu,” kataku sambil merogoh kantong celana. Di antrean panjang yang melingkar di sekitar stadion, aku dan Arap terjebak dalam suasana yang serba riuh. Kami terpaksa mengalihkan rencana, mencoba mencari hiburan lain di tengah kekecewaan. Arap merogoh saku dan mengeluarkan sebatang rokok. "Yah, mau gimana lagi. Kita nongkrong aja di tempat biasa. Siapa tahu ada cewek cakep lewat,” katanya setengah bercanda, sambil menyulut rokoknya. Kembali ke dua jam sebelumnya, suasana di kampus baru saja usai saat aku dan Arap memutuskan untuk berburu tiket konser mendadak. Sialnya, tiket itu habis sebelum kami sempat mengantre. “Ya sudah, ke warung Bu Wowiek aja. Di sana pasti ada cerita baru,” usul Arap, mencoba menghidupkan kembali semangat yang sempat luntur. Di warung Bu Wowiek, suasana lebih lengang. Hanya beberapa pelanggan tetap yang duduk sambil menikmati kopi. Kami segera memilih tempat duduk di pojokan, m...